Rabu, 27 Desember 2023

AL- QUR’AN: SEJARAH TURUNNYA DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN UMAT ISLAM

 AL- QUR’AN: SEJARAH TURUNNYA DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN UMAT ISLAM

Rosmiati

NIM. 862082022041

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Email: rosmiaticll@gmail.com.


Abstract

The Qur'an, the holy book of Muslims, is believed to be a direct revelation from Allah swt. to the Prophet Muhammad SAW for approximately 23 years. Its presence has a profound impact in the lives of Muslims that affects various aspects of life, including religious, legal, moral, cultural, and social teachings. This holy book is also a source of inspiration, guidance, and guidelines for Muslims in living their daily lives. The study of the revelation of the Qur'an and its influence on the lives of Muslims has great relevance in understanding the foundation of Islamic teachings and religious practices of Muslims as a whole. By understanding the history of the revelation of the Qur'an and its impact on the lives of Muslims, we can better understand the complexity and depth of Islamic teachings and how these teachings are applied in everyday life for Muslims.


Keywords: The Qur'an, the history of the Qur'an's revelation, and its impact.


Abstrak

Al-Qur’an kitab suci umat Islam, diyakini sebagai wahyu langsung dari Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw selama kurang lebih 23 tahun. Kehadirannya memiliki dampak yang mendalam dalam kehidupan umat Islam yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ajaran agama, hukum, moral, budaya, dan sosial. Kitab suci ini juga menjadi sumber inspirasi, petunjuk, dan pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari- hari. Kajian mengenai turunnya Al-Qur’an dan pengaruhnya dalam kehidupan umat Islam memiliki relevansi yang besar dalam memahami landasan ajaran Islam dan praktek keagamaan umat Islam secara menyeluruh. Dengan memahami sejarah turunnya Al-Qur’an dan dampaknya dalam kehidupan umat Islam, kita dapat lebih memahami kompleksitas dan kedalaman ajaran Islam serta bagaimana ajaran tersebut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi umat Islam.

Kata Kunci: Al- Qur’an, Sejarah turunnya Al-Qur’an , dan pengaruhnya.

A. PENDAHULUAN

Al-Qur'an, kitab suci Islam, diyakini oleh umat Muslim sebagai wahyu langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW selama periode 23 tahun. Proses wahyu ini dimulai pada tahun 610 Masehi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira. Al-Qur'an diturunkan secara bertahap melalui Malaikat Jibril.

Sejarah turunnya Al-Qur'an mencakup berbagai peristiwa signifikan selama hidup Nabi Muhammad. Wahyu tersebut mencakup pedoman etika, hukum, moralitas, dan petunjuk spiritual yang membimbing kehidupan umat Islam. Turunnya Al-Qur'an melibatkan berbagai konteks sejarah, seperti Perang Badar, Perjanjian Hudaibiyah, dan penaklukan Mekah.

Pengaruh Al-Qur'an dalam kehidupan umat Islam sangat besar. Selain sebagai petunjuk spiritual, Al-Qur'an juga berperan dalam pembentukan hukum Islam (syariah) dan norma-norma sosial. Kitab suci ini memotivasi umat Muslim untuk mencari ilmu, berbuat baik, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Al-Qur'an juga berdampak pada seni, sastra, dan arsitektur Islam. Ayat-ayatnya yang indah dan maknanya yang mendalam menjadi inspirasi bagi seniman dan penyair Muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam mengambil pedoman dari Al-Qur'an dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kehidupan keluarga. Secara keseluruhan, Al-Qur'an bukan hanya merupakan panduan rohaniah bagi umat Islam, tetapi juga pondasi bagi sistem nilai dan norma dalam kehidupan mereka.

B. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini menggunakan metode library Research atau penelitian pustaka. Penelitian ini ditulis berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai bahan pustaka yang relevan, baik berupa buku, jurnal, artikel, dan lain sebagainya yang terkait dengan fokus masalah tersebut. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang bersifat tekstual yakni berupa pandangan dan pemikiran yang berada dalam bahan pustaka yang dimaksud.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Pengertian Al-Qur’an

Dalam memahami definisi Al-Qur’an ada dua pendekatan yang bisa digunakan, yaitu pendekatan secara lughawi (bahasa/etimologi) dan ishthilahy (terminologi). Secara bahasa Al-Qur’an berasal dari kata qara’a, yaqra’u, qira’atan, wa qur’anan yang berarti menghimpun atau mengumpulkan. Jadi, Al-Qur’an didefinisikan sebagai bacaan atau kumpulan huruf-huruf yang berstruktur dengan rapi. Dalam Al-Qur’an sendiri, istilah Al-Qur’an diantaranya terdapat pada QS. Al-Qiyamah ayat 17-18

إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ ١٧ فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ ١٨ 

Artinya:

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.


Sesungguhnya Al- Qur’an itu adalah bacaan yang mulia, kitab yang terpelihara (lauh mahfudzh) tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

Sedangkan pengertian Al-Qur’an menurut istilah (terminologi), para ulama berbeda pendapat dalam memberikan definisi sesuai dengan segi pandangan dan keahliaan masing-masing. Berikut dicantumkan beberapa definisi Al-Qur’an yang dikemukakan para ulama, antara lain:

Menurut Imam Jalaluddin al-Suyuthy seorang ahli Tafsir dan Ilmu Tafsir di dalam bukunya “Itman al-Dirayah” menyebutkan: “Al-Qur’an ialah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk melemahkan pihak-pihak yang menantangnya, walaupun hanya dengan satu surah saja dari padanya”.

Muhammad Ali al-Shabuni menyebutkan pula sebagai berikut: “Al-Qur’an adalah kalam Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan malaikat Jibril a.s dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, yang dimulai dengan surah al-Fatihah dan di tutup dengan surah an-Nas.

As-Syekh Muhammad al-Khudhary Beik dalam bukunya “Ushul al-Fiqh” al-Kitab itu ialah Al-Qur’an, yaitu firman Allah swt. yang berbahasa Arab, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk dipahami isinya, untuk diingat selalu, yang disampaikan kepada kita dengan jalan mutawatir, dan telah tertulis didalam suatu mushaf antara kedua kulitnya dimulai dengan surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas.

2. Sejarah Turunnya Al-Qur’an

Al-Qur’an mulai diturunkan kepada Nabi ketika sedang berkholwat di gua Hira pada malam Senin bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi Muhammad Saw. sesuai dengan kemuliaan dan kebesaran Al- Qur’an, Allah jadikan malam permulaan turun Al-Qur’an itu malam “Al-Qodar”, yaitu malam yang penuh kemuliaan.

Al- Qur’an Al-Karim terdiri dari 30 Juz, 114 surah dan susunannya ditentukan oleh Allah swt. dengan cara tawfiqi tidak menggunakan metode sebagaimana metode-metode penyusunan buku ilmiah. Buku ilmiah yang membahas suatu masalah selalu menggunakan satu metode tertentu, metode ini tidak terdapat dalam Al-Qur’an Al- Karim yang di dalamnya banyak persoalan induk silih berganti diterangkan.

Pada Ulama ‟Ulumul Qur’an” membagi sejarah turunnya Al-Qur‟an dalam dua periode yaitu periode sebelum hijrah dan periode sesudah hijrah. Ayat-ayat yang turun pada periode pertama dinamai ayat-ayat Makkiyah, dan ayat-ayat yang turun pada periode kedua dinamakan ayat-ayat Madaniyah. Tetapi disini akan dibagi sejarah turunya Al-Qur‟an dalam tiga periode, meskipun pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembagian tersebut adalah kumpulan dari ayat-ayat Makiyyah dan periode ketiga adalah ayat-ayat Madaniyyah.

a. Periode pertama

Diketahui bahwa Nabi Muhammad saw pada awal turunnya wahyu yang pertama belum diangkat menjadi Rasul dan hanya berperan sebagai Nabi yang tidak ditugaskan untuk menyampaikan wahyu-wahyu yang diterimanya. Sampai pada turunnya wahyu kedua barulah Nabi Muhammad saw diperintahkan untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya. dengan adanya firman Allah dalam surat Al-Mudatsir ayat 1-2 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ ١ قُمۡ فَأَنذِرۡ ٢ 

Artinya:

Hai orang yang berkemul (berselimut). bangunlah, lalu berilah peringatan.


Periode ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulakan bermacam-macam reaksi dikalangan masyarakat Arab ketika itu. Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal yaitu :

Segolongan kecil dari mereka menerima dengan baik ajaran- ajaran Al-Qur‟an.

Sebagian besar dari masyarakat tersebut menolak ajaran Al-Qur‟an karena kebodohan mereka, keteguhan mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenk moyang, dan karena adanya maksud-maksdu tertentu dari satu golongan seperti yang digambarkan oleh Abu Sufyan : “Kalau sekirannya Bani Hasyim memperoleh kemuliaan Nubuwwah, kemudian apa lagi yang tinggal untuk kami.”

Dakwah Al-Qur‟an mulai melebar melampaui perbatasan Makkah menuju daerah-daerah sekitarnya.

b. Periode kedua

Periode kedua dari sejarah turunnya Al-Qur‟an berlangsung selama 8-9 tahun, dimana terjadi pertarungan hebat antara gerakan Islam dan Jahiliah. Gerakan oposisi terhadap Islam menggunakan segala cara dan sistem untuk menghalangi kemajuan dakwah Islamiah. Dimulai dari fitnah, intimidasi dan penganiayaan, yang mengakibatkan para penganut ajaran Al-Qur‟an ketika itu terpaksa berhijrah ke Habsyah dan pada akhirnya mereka semua termasuk Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah.

Pada masa tersebut, ayat- ayat Al-Qur‟an disuatu pihak silih berganti turun menerangkan kewajiban prinsipil penganutnya sesuai dengan kondisi dakwah ketika itu. Seperti yang terdapat dalam firman Allah surat An-Nahl ayat 125:

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ١٢٥ 

Artinya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk

c. Periode ketiga

Pada periode ini dakwah Al- Qur’an telah mencapai atau mewujudkan suatu prestasi besar karena penganut-penganutnya telah dapat hidup bebas melaksanakan ajaran- ajaran agama di Yatsrib (yang kemudian diberi nama Al-Madinah Al-Munawwarah). Periode ini berlangsung selama 10 tahun. Ini merupakan periode yang terakhir, saat Islam disempurnakan oleh Allah Swt dengan turunnya ayat yang terakhir, Al-Maidah [5]: 3, ketika Rasulullah saw wukuf pada haji wada' 9 Dzulhijjah 10 H/7 Maret 632 M. Dan ayat terakhir turun secara mutlak, surat Al-Baqarah [2]: 281, sehingga dari ayat pertama kalinya memakan waktu sekitar 23 tahun.

Dari uraian sejarah turunnya Al-Qur‟an menunjukan bahwa ayat-ayat Al-Qur‟an disesuaikan dengan keadaan masyarakat pada saat itu, dan untuk selanjutnya dalam kehidupan manusia

3. Pengaruh Al-Qur'an dalam Kehidupan Umat Islam

Al-Qur'an memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan umat Islam. Al-Qur'an dianggap sebagai firman suci Allah yang memberikan petunjuk, obat, nasihat, dan rahmat bagi umat manusia. Banyak umat Islam percaya bahwa membaca dan memahami Al-Qur'an dapat meningkatkan keimanan, keyakinan, dan perilaku mereka. Al-Qur'an juga dianggap sebagai sumber dari semua kebaikan yang akan membawa kepada surga. Oleh karena itu, Al-Qur'an memegang peranan sentral dalam membimbing kehidupan sehari-hari, perilaku, dan keputusan umat Islam.

Al- Qur‟an dijadikan sebagai pedoman bagi setiap umat muslim, setiap muslim dianjurkan untuk membacanya serta memahami isi dari kandungan ayat tersebut. Maka dari itu perlu bagi kita untuk mempelajari Al-Qur‟an, baik belajar membacanya, menulis, maupun mempelajari isi kandungan Al-Qur‟n tersebut. Bagi orang yang beriman, kecintaannya kepada Al-Qur‟an akan bertambah setiap membacanya. Sebagai bukti cintanya dia akan semakin bersemangat membacanya setiap waktu, mempelajari isi kandungan dan memahaminya. Selanjutnya akan mengamalkan Al-Qur‟an dalam kehidupannya sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan Allah SWT maupun dengan lingkungan sekitarnya. Allah berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 82 :

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا ٨٢ 

Artinya:

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.


Dalam sebuah riwayat pernah diungkapkan bahwa pada suatu hari seseorang datang menghadap Ibnu Mas‟ud r.a dan menceritakan permasalahannya “ Wahai Ibnu Mas‟ud, berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah, keluhnya. Lalu Ibnu Mas‟ud menjawab “Kalau penyakit itu menimpamu, bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu tempat orang-orang membaca Al-Qur‟an, bacalah Al-Qur‟an, atau dengarkanlah baik-baik orang yang sedang membaca Al-Qur‟an”. Rasulullah SAW pernah menyatakan keutamaan dan kelebihan membahas Al-Qur‟an dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

Artinya : 

“Dari Aisyah r.a berkata , Rasulullah SAW bersabda orang-orang yang membaca Al-Qur‟an dan ia mahir maka nanti akan sama-sama dengan para Malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur‟an dan ia merasa susah di dalam membacanya tetapi ia selalu berusaha maka ia mendapat dua pahala”


Dari keterangan ayat dan hadis di atas dapat dimengerti bahwa Al-Qur‟an merupakan sumber pokok ajaran Islam yang menjadi kebutuhan bagi setiap umat muslim, banyak ilmu dan pelajaran penting yang dapat diambil dari Al-Qur‟an sehingga seluruh umat Islam yang ada di muka bumi ini dianjurkan untuk membaca serta mempelajarinya.

D. KESIMPULAN

Al-Qur'an adalah Kalam Allah swt. yang turunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat jibril dan ditulis dalam satu mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, yang dimulai dengan surah al-Fatihah dan di tutup dengan surah an-Nas. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi ketika sedang berkholwat di gua Hira pada malam Senin bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan dan Allah jadikan malam permulaan turun Al-Qur’an itu malam “Al-Qodar”, yaitu malam yang penuh kemuliaan. Al-Qur'an memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan umat Islam. Al-Qur'an dianggap sebagai firman suci Allah yang memberikan petunjuk, obat, nasihat, dan rahmat bagi umat manusia. Banyak umat Islam percaya bahwa membaca dan memahami Al-Qur'an dapat meningkatkan keimanan, keyakinan, dan perilaku mereka. Al-Qur'an juga dianggap sebagai sumber dari semua kebaikan yang akan membawa kepada surga. Oleh karena itu, Al-Qur'an memegang peranan sentral dalam membimbing kehidupan sehari-hari, perilaku, dan keputusan umat Islam.

E. DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Syadali. Ulum Al- Qur’an. Bandung: Pustaka Setia, 1997.

Amrullah, Fahmi, Ilmu Al- Qur’an Untuk Pemula. Jakarta: Artha Rivera, 2008. 

Khaeroni, Cahaya, “Sejarah Al-Qur’an (Uraian Analitis, Kronologis, dan Naratif tentang Sejarah Kodifikasi Al-Qut’an)” Jurnal Historika, Vol. 5. No. 5, 2017.

Shabir, Muslich. Terjemah Riydus Sholihin. Jilid 2; Semarang: Karya Toha Putra, 2004.

Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1995.

Shihab, M. Quraish. Sejarah dan Ulum Al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2008.

Syarbini, Amirulloh & Sumantri Jamhari. Kedahsyatan membaca Al-Qur’an. Bandung: Ruang Kata, 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENELAAH TERJEMAHAN SURAH AL-WAQI’AH DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA

MENELAAH TERJEMAHAN SURAH AL-WAQI’AH DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA NUR ADIL MIRAJ 862082022065 Email: adilmiraj22@g...