URGENSI MEMPELAJARI KONSEP MADANIYAH DAN CONTOHNYA DALAM AL-QURAN
Nama : Veni Silvania
NIM : 862082022052
Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Email: venisilvania@gmail.com
Abstract
This article explains the urgency of studying the concept of madaniyah and examples in the Koran. Madania is a verse revealed to the Prophet Muhammad SAW. after emigrating to Medina it took 9 years 9 months 9 days. The characteristics of madaniyah verses are that they explain war, worship, law, the actions of hypocrites, people of the book, and have long verses.The method for determining makkiyah or madaniyah letters uses the sama'iy method and the qiyasy method. In he classification of Makkiyah and Madaniyah letters, there are 82 surahs that came down in Mecca and the remaining 20 surahs came down in Medina. The benefits of studying Makkiyah and Madaniyah verses are being able to differentiate between nasikh and mansukh verses, knowing the time and place where the verses were revealed, as well as the history of the life of the Prophet.The urgency of studying Makkiyah and Madaniyah verses is as a methodological complement to exegetes, a foundation in Nasakh-Mansukh and uncovering the history of Tasyri, as well as an introduction to the study of Asbab An-Nuzul. The research method used is a literature review by collecting data from books and journals related to the concept of Madaniyah.
Keywords: Urgency, The concept of Madaniyah, and for Example.
Abstrak
Artikel ini menjelaskan urgensi mempelajari konsep madaniyah dan contohnya dalam al-Quran. Madaniyah adalah ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. setelah hijrah ke Madinah dalam kurun waktu 9 tahun 9 bulan 9 hari. Ciri-ciri ayat Madaniyah yaitu menjelaskan tentang perang, ibadah, hukum, perbuatan kaum munafik, ahli kitab, dan memiliki ayat yang panjang. Metode dalam penetapan surah Makkiyah atau Madaniyah menggunakan metode samaiy dan metode qiyasy. Klasifikasi surat Makkiyah dan Madaniyah terdapat 82 surah yang turun di Mekkah dan 20 surah yang tersisa turun di Madinah. Manfaat mempelajari ayat Makkiyah dan Madaniyah yaitu mampu membedakan antara ayat yang nasikh dan mansukh, mengetahui waktu dan turunnya ayat, serta sejarah kehidupan Rasulullah. Urgensi mempelajari ayat Makkiyah dan Madaniyah yaitu sebagai kelengkapan metodologis mufasir, landasan dalam nasikh-mansukh dan mengungkap sejarah tasyri, serta pengantar bagi kajian asbab an-nuzul. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian pustaka dengan mengumpulkan data dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan konsep Madaniyah.
Kata Kunci: Urgensi, Konsep Madaniyah, dan Contohnya
PENDAHULUAN
Al-Quran merupakan kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui perantara malaikat Jibril yang diturunkan secara berangsur-angsur. Al-Qur'an di turunkan dalam kurun waktu sekitar 23 tahun yang dimulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas. Al-Quran sebagai sumber ajaran pertama dan pedoman hidup bagi umat Islam untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Secara geografis, al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad di dua tempat yang berbeda. Pertama di Mekah. Mekah adalah tempat nabi pertama kali menerima wahyu dan tempat beliau diangkat sebagai nabi dan rasul. Mekah juga merupakan tempat pertama nabi Muhammad Saw. menyampaikan pesannya kepada manusia. Yang kedua adalah ayat yang diturunkan di Madinah, setelah hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. (Husni 2019)
Ayat yang diturunkan di Mekah dikenal dengan konsep Makkiyah, sedangkan ayat yang turun di Madinah di kenal dengan konsep Madaniyah. Konsep Makkiyah mengacu pada ayat-ayat yang di turunkan saat Nabi Muhammad berada di Mekah, sedangkan konsep Madaniyah mengacu pada ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad berada di Madinah. Ayat-ayat Makiyah memberikan pedoman tentang keimanan, akhirat, keadilan, dan keberanian dalam menghadapi masalah. Adapun konsep Madaniyah lebih berfokus pada pembentukan masyarakat dan negara Islam yang berlandaskan hukum-hukum Allah Swt. Ayat-ayat Madaniyah memberikan penjelasan tentang masalah hukum, cara beragama, sopan santun terhadap sesama masyarakat, dan prinsip-prinsip pemerintahan yang adil dan bijaksana. (Olganiva 2023)
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber referensi terkait pembahasan konsep Madaniyah dan contohnya. Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literature yaitu buku dan Jurnal yang terkait.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Madaniyah
Madaniyah adalah ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. setelah hijrah ke Madinah. Kata Madaniyah berasal dari kata Madinah. Keduanya lalu dimasuki ya sehingga menjadi al madaniyah. Surat Madaniyah merupakan surat yang diturunkan di Madinah dalam kurun waktu 9 tahun 9 bulan 9 hari. Para ulama berbeda pendapat dalam menjelaskan surat Madaniyah. Perbedaan tersebut terjadi karena berbedanya kriteria dalam menetapkan ayat madaniyyah.(Putri 2022) Namun para ulama membagi ke dalam tiga pandangan dalam menentukan ayat-ayat madaniyah menjelaskan yang didasarkan pada tempat turunnya , waktu sebelum atau sesudah Rasulullah hijrah, bahan pembicaraan, dan objek penerimaan ayat tersebut. (Yusrany 2020)
- Dilihat dari tempat turunnya, ayat Madaniyah merupakan ayat atau surat yang diturunkan di Madinah dan sekitarnya, seperti Uhud, Quba, dan Sil.
- Dilihat dari waktu turunnya, ayat atau surat Madaniyah merupakan ayat yang diturunkan setelah Nabi Muhammad Saw. hijrahnya ke Madinah.(Acim 2020)
- Dilihat dari objek penerimaan, suatu ayat tergolong sebagai ayat madaniyah jika ayat tersebut diturunkan baik di Mekkah maupun di Madinah, jika diperuntukkan untuk masyarakat Madinah maka disebut ayat Madaniyah. (Putri 2022)
- Dilihat dari sasarannya, Madaniyyah merupakan surat atau ayat yang diturunkan kepada penduduk Madinah. Ayat atau surat yang dimulai dengan kata “ya ayyuhalladzina amanu” (Wahai orang-orang beriman) dikategorikan sebagai ayat Madaniyyah, karena masyarakat Madinah saat itu telah tumbuh cikal-bakal iman di dalam hati mereka. Namun realitanya tidak semua ayat yang turun didahului oleh kata-kata tersebut.(Yusrany 2020)
B. Ciri-ciri Ayat Madaniyah
Ciri-ciri yang menonjol yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan surah-surah Madaniyah adalah sebagai berikut:
- Surah yang didalamnnya terdapat izin perang atau yang menerangkan perihal peperangan dan menjelaskan hukum-hukumnya.
- Surah yang didalamnya terdapat penjelasan mengenai ibadah, pembagian hukum harta warisan. had faraid, hukum sipil, hukum sosial dan hukum antarnegara, dan hubungan internasional.
- Surah yang didalamnya berisi perilaku kaum munafik, kecuali surah al-Ankabut yang Makkiyah, selain sebelas surah pada pendahuluannya adalah Madaniyah.
- Bantahan terhadap Ahl Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, serta penjelasan tentang penyimpangan mereka terhadap kitab-kitab Allah, permusuhan mereka terhadap kebenaran dan perselisihan mereka setelah ilmu datang, ajakan kepada mereka untuk masuk Islam. (Hariyanto 2019)
- Umumnya memiliki ayat yang panjang, dengan gaya bahasanya yang memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan dan sasarannya.
- Berisi penjelasan tentang bukti dan dalil mengenai kebenaran agama Islam secara rinci.
- Mayoritas surat diawali kalimat ya ayyuhallazina amanu, kecuali surat Al-Baqarah ayat 21 dan 168, surat An-Nisa ayat 132, 170, dan 175, surat Al-Haj ayai 1, dan surat Al-Hujurat ayat 13, yang diawali dengan ya ayyuhan nas. (Drajat 2023)
C. Metode Penetapan Surah Makkiyah dan Madaniyah
Untuk mengungkap dan membedakan surah dan ayat al-Quran yang termasuk kelompok Makkiyah dan Madaniyah, para ulama menggunakan dua metode yaitu metode samaiy (periwayatan) dan metode qiyasy (berdasarkan ijtihad).
- Metode Samaiy, merupakan riwayat yang sumbernya dari generasi sahabat yang hidup pada masa pewahyuan dan menjadi saksi berbagai peristiwa sejarah turunnya al-Quran, sehingga mereka termasuk generasi yang sangat mengetahui masa dan tempat diturunkannya ayat al-Quran. Nama sahabat tersebut antara lain Aliy bin Abi Thalib, Abdullah bin Masud, Ubay bin Kab, dan Abdullah bin Abbas.
- Metode Qiyasy, bersandar pada pengumpulan kekhususan masing-masing surah yang dilakukan oleh para ulama melalui proses analisa dan pengamamatan, lalu menyimpulkan kekhususan yang melekat pada setiap surah, yang kemudian dijadikan acuan untuk membedakan surah Makkiyah dan Madaniyah. (Hanafi 2017)
D. Klasifikasi Ayat Makkiyah dan Madaniyah
- Susunan surat yang diturunkan.
Sebaliknya terdapat ayat yang diturunkan di Madinah tapi berdasarkan hukumnya dapat digolongkan dalam surah makkiyah, misalnya surat al-Mumtahanah.
4. Terdapat ayat yang termasuk ayat madaniyah tetapi dari gaya bahasa dan ciri umumnya seperti ayat makkiyah, misalnya surat al-Anfal ayat 32
وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ٣٢
Terjemahnya:
dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, Dialah yang benar dari sisi Engkau, Maka hujanilah Kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada Kami azab yang pedih".
Dan sebaliknya, ayat dalam katagori makkiyah tapi mempunyai gaya bahasa dan ciri umum ayat madaniyah, misalnya surat anNajm ayat 32 yang berbunyi
ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلۡمَغۡفِرَةِۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ أَنتُمۡ أَجِنَّةٞ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ ٣٢
Terhemahnya;
(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
E. Manfaat Mempelajari Ilmu Makkiyah dan Madaniyah
- Mampu membedakan antara ayat yang nasikh (menggantikan) dengan ayat-ayat yang mansukh (digantikan). Jika terdapat dua ayat yang membicarakan hal yang sama, namun terdapat hukum yang bertentangan dalam satu ayat dengan ayat lain, sehingga memberikan pemahaman apakah termasuk ayat Makkiyyah atau Madaniyah. (Nisa et al. 2023)
- Mampu mengetahui dan mencari jejak rangkaian urutan dakwah Islamiyah dari awal sampai akhir sekaligus mendapat pencerahan dalam menghasilkan cara optimal untuk membangun system berpikir keislaman dalam berbagai keadaan.
- Mampu menganalisa proses turunnya al-Quran serat demi surat, ayat demi ayat, dari tempat dan yang berbeda, serta antar kelompok yang lain. (Suma 2014)
- Memahami sejarah pembentukan hukum Islam (tarîkh tasyrî) yang berlangsung dengan cara bertahap (at tadarruj fil hukmi) dan bersifat umum.
- Mengetahui sejarah kehidupan Rasulullah saat menerima wahyu serta sejarah dakwah dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Makkah dan di Madinah.
- Memperkokoh kepercayaan terntang kebenaran, kemurnian, serta kesucian al- Quran, karena mampu menyaksikan bentuk kepedulian umat Islam sejak turunnya al-Quran dan yang berkaitan dengan Al-Quran, termasuk detailnya, sehingga mengerti ayat-ayat yang diturunkan sebelum dan setelah Rasulullah hijrah. (Nisa et al. 2023)
- Dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan dalam menafsirkan al-Quran.
F. Urgensi Mempelajari Konsep Makkiyah dan Madaniyah
1. Ilmu Makkiy-Madaniy sebagai kelengkapan metodologis mufasir
Pengetahuan tentang surah Makkiyah dan Madaniyah untuk mengetahui persoalan dan hukum yang diturunkan pada periode Mekah atau Madinah. Apabila ada perbedaan pendapat, dan tidak menemukan jalan keluar, maka yang diturunkan di Madinah adalah yang nasikh dan yang diturunkan di Mekah adalah yang mansukh.
3. Ilmu Makkiy-Madaniy sebagai landasan dalam mengungkap sejarah tasyri
Sebagai upaya dalam mengungkap aspek sejarah pembentukan hukum syariat (tarikh at-tasyri') dan memahami hikmah Allah dalam menetapkan hukum tentang ketetapan untuk mengedepankan prinsip-prinsip dasar hukum (usul) dari masalah yang bersifat partikular (furu), serta mengukuhkan potensi pikir dan jiwa sebagai landasan dalam pembentukan hukum dan aturan.
4. Ilmu Makkiy-Madaniy sebagai pengantar bagi kajian asbab an-nuzul
Sebagai pengantar pengetahuan tentang asbab an-nuzul saat melakukan kajian tentang masa dan tempat turunnya ayat, dengan sendirinya akan terungkap pula situasi dan latar belakang peristiwa yang menyebabkan turunnya ayat tersebut. (Hanafi 2017)
KESIMPULAN
Madaniyah adalah ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. setelah hijrah ke Madinah, yang diturunkan dalam kurun waktu 9 tahun 9 bulan 9 hari. Ayat madaniyah ditentukan berdasarkan pada tempat turunnya, waktu, bahan pembicaraan, dan objek penerimaan ayat. Ciri-ciri ayat Madaniyah yaitu Surah yang didalamnya menjelaskan tentang perang, ibadah, hukum, perbuatan kaum munafik, ahli kitab, memiliki ayat yang panjang, dan diawali dengan kalimat “ya ayyuhallazina amanu”. Adapun metode dalam penetapan surah Makkiyah atau Madaniyah menggunakan metode samaiy (periwayatan) dan metode qiyasy (berdasarkan ijtihad).
Klasifikasi surat Makkiyah dan Madaniyah berdasarkan susunan suratnya terdapat 82 surah yang turun di Mekkah dan 20 surah yang tersisa turun di Madinah. Dan surah yang diperselisihkan apakah termasuk Makkiyah atau Madaniyah ada 12 surat yaitu Al-Fatihah, Ar-Rad, Ar-Rahman, As-shaff, At-Taghabun, At-Tahfif, Al-Qadar, Al-Bayyinah, Al-Zalzalah, Al- Ikhlas, Al-Falaq, AnNas. Adapun manfaat mempelajari ayat Makkiyah dan Madaniyah yaitu mampu membedakan antara ayat yang nasikh dan mansukh, mengetahui waktu dan turunnya ayat, serta sejarah kehidupan Rasulullah. Urgensi mempelajari ayat Makkiyah dan Madaniyah yaitu sebagai kelengkapan metodologis mufasir, landasan dalam nasikh-mansukh dan mengungkap sejarah tasyri, serta pengantar bagi kajian asbab an-nuzul.
DAFTAR PUSTAKA
Acim, Subhan Abdullah. 2020. Kajian Ulumul Quran. ed. Ahyar. Mataram: Penerbit CV. Al-Haramain Lombok.
Drajat, Amroeni. 2023. Ulumul Quran Pengantar Ilmu-Ilmu Al-Quran. Cet. 4. Jakarta: Kencana.
Hanafi, Muchlis Muhammad. 2017. Makky & Madany Periodisasi Pewahyuan Al-Quran. 1st ed. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran.
Hariyanto, Dedek. 2019. Komparasi Klasifikasi Surat Makkiyah Dan Madaniyah (Studi Klasifikasi Jalaluddin as-Suyuti Dan Theodor Noeldeke). Institut Agama Islam Negeri Jember.
Husni, Muhammad. 2019. Studi Al-Quran: Teoru Al Makkiyah Dan Al Madaniyah. Al-Ibrah 4(2): 6870.
Julaiha, Juli, Nurul Farhaini, Rollin Fadilah Hasibuan, and Nur Aisyah Sitorus. 2023. Makkiyah Dan Madaniyah. Jurnal Pendidikan dan Konseling 5(1): 3270.
Nisa, Khoirun, Dedi Masri, Muhammad Alfiansyah, and Meysah Wanda Sari. 2023. “Studi Ayat-Ayat Makkiyah Dan Madaniyyah Melalui Pendekatan Historis.” Tabsyir : Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 4(3): 185.
Olganiva, Hillary Fitri . dkk. 2023. “Konsep Makiyah Dan Madaiyah Dalam Ayat-Ayat Siyasah Perspektif Teori Interpretasi Al-Quran. Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Quran dan Tafsir 8(1): 60.
Putri, Fitri Setia. 2022. Makiyah Dan Madaniyah. Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Quran dan Tafsir 7(1): 46.
Suma, Muhammad Amin. 2014. Ulumul Quran. 1st ed. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Yusrany, Fatihah Izzatul. 2020. Memahami Al-Qur an Sebagai Ayat Atau Surat Makkiyah Dan Madaniyyah. Tajdid 23(2): 9798.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar